Waktu yang Kuhabiskan Dengan Corona (Sayembara Cipta Cerpen Kkaktrichannel)

Diposting pada
Pengarang Cerpen : Benyamin Riski
Kelas : XII
Asal Sekolah : SMAS Santo Fransiskus
Tempat/kab  : Tapteng
Judul : Waktu  yang Kuhabiskan Dengan Corona
Waktu  yang Kuhabiskan Dengan Corona (Sayembara Cipta Cerpen Kkaktrichannel)
Ilustrasi gambar cerpen

Waktu  yang Kuhabiskan Dengan Corona    

Pertemuan dengannya terjadi begitu cepat dan tanpa disadari, dia yang tak dapat dilihat, tak dapat diraba, namun dapat dirasakan. Saat itu aku yang seorang pelajar SMA kos-kosan yang hidup sebatang kara pergi menelusuri keramaian tanpa mengenakan pelindung wajah seperti yang dilakukan orang-orang lainnya. Awalnya kukira tak akan berjumpa dan bertemu dengannya. Namun na’as , dia telah jatuh hati padaku, dia yang ditakuti orang-orang dan membuat orang lain cemas, dia yang membuat orang lain gempar dengan keberadaannya. Dia adalah Corona. Makhluk era modern yang memperlambat sistem pendidikan dan  perekonomian di penjuru dunia. Saat itu aku tak melihatnya dan tak menyadari dekapannya yang tak mau melepaskan ku seakan-akan  seseorang yang tak ingin melepas cinta pandang pertamanya. Setibanya kembali ke kos-kosan dan  menjalani kehidupanku yang biasanya, saat itu kupikir aku hanya demam layaknya kelelahan, batuk layaknya terkena debu, tenggorokan kering layaknya kekurangan minum dan sesak layaknya kekurangan udara. Semakin hari semakin memburuk, proses belajar daring yang biasa kulakukan layaknya pelajar masa kini yang menggunakan gawai saat belajar kini mulai tak ku ikuti, awalnya aku hanya menggunakan obat-obatan untuk sakit biasa yang telah tersedia di kos-kosan ku, sampai akhirnya nya mengkonsultasi ke dokter adalah cara terakhir sebab keadaanku semakin memburuk. Raut wajah pihak medis berseragam putih layaknya astronaut menunjukkan rasa khawatir dan rasa cemas, hingga saat itu pula aku dinyatakan telah bersama-sama dengan Corona hingga saat ini  atau biasa di sebut  positif COVID-19. Setelah itu aku langsung ditangani secara khusus layaknya tamu VIP oleh pemerintah dan pihak medis, mendengar pernyataan bahwa aku akan diasingkan ke tempat yang tidak ada orangnya sama sekali atau tidak ada penghuni membuatku tak dapat berkata apa-apa selain pasrah dan menerima keadaan, tanpa berkomentar dan tanpa argumen. Sesampai di tempat pengasingan aku hanya menganggap,  ini adalah lembar baru yang harus kujalani dengan lapang dada. Orang lain yang bernasib sama denganku pasti merasa kesepian, beda halnya dengan ku yang berpikir bahwa aku tidak sendiri sebab ada Corona bersamaku, yang tak ingin melepaskan ku. Hari demi hari pun berlalu, aku semakin terganggu dengan keberadaan nya yang sudah kusadari sejak aku diasingkan. Bahkan saat aku makan, minum, beristirahat dan melakukan kegiatan lainnya, ia selalu bersamaku.
Orang-orang berseragam putih layaknya astronaut mengunjungiku beberapa kali untuk memastikan kan jarak antara aku dan Corona semakin jauh atau dekat, atau untuk memastikan apakah dekapan Corona mulai meregang terhadapku. Yah, itu adalah hal konyol yang kuanggap ketika mereka tiap kali memeriksa keadaanku dan memberikan semacam suntikan atau obat-obatan agar Corona ini mau meninggalkanku walaupun perlahan. Terkadang aku bertanya kepada mereka yang memeriksaku ” apakah ia mulai melepaskanku ?”, mereka hanya berkata “bersabarlah”. Selepas kepergian orang-orang berseragam putih itu, tersisa aku dan Corona kembali. 
Kini sudah tiga bulan setelah pengasinganku dengan Corona. Aku sudah terbiasa dengan dekapannya yang kerap kali mengganggu ku. Ketika aku batuk dan merasa sesak itu menandakan keberadaannya yang masih bersamaku. Terkadang aku berbicara  kepadanya dan menanyakan kapan ia akan meninggalkanku dan melepaskanku. Ia tak menjawab , layaknya wanita judes yang saat ini sedang ku hadapi. Terkadang aku berpikir aku gila, sebab berbicara sendiri. Ia hanya mengisyaratkan keberadaannya dengan memberi tanda batuk dan bersin yang kualami. Tanpa kusadari iya perlahan mulai meregangkan dekapannya terhadapku. Mengapa tidak? Aku selalu berdoa setiap harinya agar  aku dengannya dipisahkan. Berulang kali ku ucapkan ” Tuhan jauhkan aku dari nya, pisahkanlah aku darinya, aku tak ingin bersamanya”. Kata-kata itu layaknya seseorang yang tak ingin lagi bersama kekasihnya. Dengan penuh keyakinan  dan tak pernah berhenti berharap dan berdoa. Aku yang selalu yakin suatu hari nanti akan tiba saatnya ia akan meninggalkanku, dan dibalik itu semua aku hanya bisa berpasrah kepada Tuhan, karena aku tahu semua sudah diatur oleh sang pencipta.
Ternyata benar, keyakinan, doa dan harapanku  terkabul. Ia mulai melepaskan dekapannya padaku layaknya nya kasih sayang  dan ketertarikannya mulai berkurang terhadapku. Dengan ditandai kondisiku yang semakin membaik. Sampai akhirnya iya telah melepaskan dekapannya secara total padaku. Ketika dokter, tenaga medis lainnya yang berseragam putih layaknya astronaut tadi menyatakan kan bahwa aku telah terbebas dari Corona, saat itu aku bingung apakah aku harus memasang raut wajah senang atau tidak, sebab aku sudah terbiasa dengannya yang sudah bersamaku beberapa waktu.
Setibanya kembali ke kos-kosan aku mulai melanjutkan keseharianku seperti biasanya sebelum pertemuanku dengan Corona, dengan menjalani kehidupan  seorang pelajar biasa yang hidup sendirian. Kepulanganku dari tempat pengasingan awalnya tidak diketahui teman-teman dan guru-guru ku. Ketika mereka sudah mendengar kabar itu, rasa waspada mereka terhadapku muncul dan hingga akhirnya tidak ada lagi dengan  melihat kondisiku yg  sudah membaik seperti sediakala. Lembar baru setelah kepulanganku kembali terbuka, kini aku mulai menghargai pentingnya hidup dengan selalu menjaga kesehatan ku di sepanjang waktunya. Sampai saat ini, hingga detik ini aku tidak akan melupakan kan waktu yang ku habiskan dengan Corona. ~End
Cerpen diatas adalah Cerpen yang dibuat oleh talenta-talenta yang kreatif , dukung mereka untuk berkarya lebih jauh. semoga cerpen Waktu  yang Kuhabiskan Dengan Corona di Sayembara Cipta Cerpen kkaktrichannel dapat menghibur para pembaca dan menambah kreatifitas bagi penulisanNya

One thought on “Waktu yang Kuhabiskan Dengan Corona (Sayembara Cipta Cerpen Kkaktrichannel)

Tinggalkan Balasan